Showing posts with label corona. Show all posts
Showing posts with label corona. Show all posts

Thursday, September 24, 2020

Mutasi Genetik Virus Corona Dapat Memicu Skizofrenia

Mutasi Genetik Virus Corona Dapat Memicu Skizofrenia

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di New York, Amerika Serikat (AS) menunjukkan, orang-orang yang mengalami mutasi genetik unik mungkin tidak memiliki gejala infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) yang tak terlalu parah. Tetapi, kabar baik itu muncul dengan kabar buruk, yakni mereka lebih berisiko mengalami skizofrenia.


Dilansir South China Morning Post, gen rs4702 memungkinkan virus corona jenis baru bereplikasi lebih cepat di tubuh manusia, terutama di otak. Mutasi gen dapat menekan reproduksi virus, tetapi orang yang membawa mutasi ini cenderung memiliki masalah dengan neuron yang terkait dengan skizofrenia dan gangguan mental lainnya.


Penemuan baru menambah bukti yang semakin banyak variasi genetik yang umum dapat memengaruhi infeksi virus corona jenis baru. Tim peneliti yang dipimpin oleh Kristen Brennand dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York merilis studi dalam sebuah makalah non-peer-review yang diunggah di bioRxiv pada Senin (21/9) lalu.


Tingkat keparahan Covid-19 bervariasi dari satu orang ke orang lain, bahkan dalam kelompok usia yang sama. Ada beberapa pasien berusia muda dan sehat meninggal, sementara yang lain bebas dari gejala.


Di China, dalam laporan yang diterbitkan oleh China Medical Treatment Expert Group di New England Journal of Medicine pada April mengatakan, hampir 20 persen kasus Covid-19 berkembang menjadi parah atau kritis. Pada Juni, tim peneliti dari Prancis melaporkan dalam jurnal yang sama bahwa sepertiga dari pasien yang diteliti memiliki gejala neurologis, seperti kurangnya perhatian, disorientasi, atau gerakan yang tidak terorganisir dengan baik.


Tim peneliti menginfeksi neuron manusia yang membawa gen rs4702 dengan dosis kecil SARS-CoV-2, nama resmi untuk virus corona jenis baru yang menjadi dalang Covid-19. Dalam 24 jam, salinan virus meningkat hampir 150 ribu kali. Mereka kemudian menginduksi mutasi gen rs4702 di neuron dengan teknologi pengeditan gen. Jumlah salinan virus lalu turun menjadi sekitar sepertiga.


Variasi pada gen manusia diketahui memengaruhi kematian dari suatu penyakit menular. Sebagai contoh, orang China lebih rentan terhadap virus H1N1 dibanding Eropa.


Menurut sebuah studi di University of Oxford yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 2013, hal itu terjadi adalah karena mutasi yang jauh lebih umum terjadi di kalangan orang China daripada orang kulit putih. Mutasi itu bisa meningkatkan risiko gejala parah atau kritis enam kali lipat.


Gen rs4702 mengendalikan produksi furin, enzim yang penting untuk berfungsinya banyak protein dalam tubuh. Tim peneliti mengatakan gen tersebut tidak hanya terjadi di otak, tetapi juga di sel paru-paru dan usus.


Tim peneliti juga yakin virus SARS-CoV-2 telah membajak furin untuk memulai serangkaian mekanisme pengikatan yang pada akhirnya akan mengarah pada fusi selubung virus, atau lapisan terluar, dan membran sel inang. Kemampuan seperti itu yang dimungkinkan oleh penyisipan empat huruf yang unik dalam kode genetik virus, sehingga tidak terlihat pada virus corona lain, seperti SARS (sindrom akut pernapasan parah), menurut para peneliti.


Studi sebelumnya oleh tim Brennand dan yang lainnya menemukan bahwa mutasi gen rs4702 dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan neuron dan aktivitas yang berubah. Perubahan ini dianggap sebagai faktor risiko umum untuk skizofrenia, gangguan mental serius yang dapat mengakibatkan halusinasi, delusi, dan pemikiran atau perilaku ekstrem.


“Meskipun mutasi dapat mengurangi replikasi virus pada pasien secara individu, ini mungkin bukan kabar baik untuk pengendalian pandemi dengan membiarkan virus tingkat rendah menyebar dengan sukses sementara tetap tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan”, ujar Brennand.


Para dokter di Wuhan, Provincie Hubei, China, kota di wilayah tengah China yang menjadi tempat wabah Covid-19 pertama kali ditemukan menjadi yang pertama mengamati hasil berbeda di antara pasien dengan golongan darah berbeda, terkait erat dengan gen. Peneliti Eropa melaporkan varian genetik yang memengaruhi pembentukan enzim pengubah angiotensin 2, protein yang digunakan oleh virus untuk memasuki sel inang pada populasi Italia.


Ilmuwan dari banyak negara juga telah meluncurkan kolaborasi di seluruh dunia untuk melacak gen yang paling relevan dalam Covid-19 yang menjadi krisis kesehatan global ini. Brennand mengatakan, upaya ini akan membantu mengidentifikasi individu berisiko tinggi dengan lebih baik.

Tuesday, June 23, 2020

Hindari Sejak Dini Penyebaran Covid19 Dengan Rapid Test

Hindari Sejak Dini Penyebaran Covid19 Dengan Rapid Test

Pemeriksaan covid-19 melalui rapid test atau tes cepat merupakan tes yang begitu populer belakangan ini. Rapid test mulai di negara kita sejak Maret 2020 yang lalu. Rapid test covid-19 akan mendeteksi dan mengetahui gejala infeksi Covid-19 melalui antibodi. Caranya dengan pengambilan sample darah manusia.

Apa Itu RAPID TEST ?


Rapid test merupakan cara atau metode skrining lebih awal yang digunakan dalam mendeteksi antibodi seseorang, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona.

IgM (Immunoglobulin M) merupakan jenis antibodi yang dihasilkan oleh tubuh saat Anda pertama kali terinfeksi bakteri atau kuman lainnya, yang berperan sebagai garis pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi. Antibodi IgM sendiri akan meningkat dalam waktu singkat saat tubuh mengalami infeksi.

Sedangkan IgG (Immunoglobulin G) adalah antibodi yang paling banyak terdapat dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini bertugas melindungi Anda dari infeksi dengan “mengingat” kuman, bakteri, atau virus yang pernah Anda hadapi sebelumnya. Jika kuman, bakteri, atau virus kembali, maka sistem kekebalan tubuh akan melakukan “serangan”.

Kedua antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh apabila ada paparan virus. Dengan kata lain, jika antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Akan tetapi perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa sampai berminggu- minggu.Tes cepat atau rapid test yang dimaksud di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan sebagai pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosa infeksi virus corona pada COVID-19.

Kategori Orang yang Harus Menjalani Rapid Test


Jadi, tidak semua orang wajib menjalani rapid test. Untuk mengikuti rapid test ada kriteria khususnya.

Ada tiga kategori yang harus menjalani Rapid Test, yakni OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Status tersebut akan di tentukan oleh petugas kesehatan.

Selain ketiga kategori tersebut, tidak ada rugi nya jika kalian Kalian juga memeriksaan atau melakukan pemeriksaan Rapid Test ini. Masyarakat Indonesia sebaiknya melakukan pemeriksaan ini sebagai langkah awal deteksi dini dan selain itu kalian juga bisa memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini.

BACA JUGA : Perbedaan Menggunakan Hand Sanitizer dan Mencuci Tangan Dengan Sabun

Pengecekkan RAPID TEST Drive Thru


Untuk melakukan pengecekkan Rapid Test disaat wabah pandemi ini janganlah kita takut. Jika Kalian takut untuk pemeriksaan ke Rumah Sakit atau Fasilitas kesehatan lainnya, saat ini sudah tersedia layanan Pengecekkan Rapid Test secara Drive Thru Program deteksi dini Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan oleh Medi-Call melalui pendaftaran Drive Thru Rapid Test Covid-19. Dengan menggunakan sistem Drive Thru, peserta tidak perlu turun dari kendaraan.

Pengecekan RAPID TEST melalui Aplikasi HALODOC


Buat kalian yang sedang berada dirumah dan sedang menjalani work from home. Kalian bisa menggunakan layanan dari Aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc kalian bisa menghubungi dan berkonsultasi via online dengan dokter spesialis sesuai keluhan kalian. Untuk prosedurnya juga mudah. Kalian tinggal download aplikasinya di playstore dan isi data kalian. Aplikasi ini juga memudahkan penggunanya membeli obat melalui layanan apotik online dan store yang ada di Halodoc.

Buat kalian yang ingin menjaga kesehatan walaupun sekarang sedang dirumah aja, langsung download aplikasinya dan nikmati kemudahan dalam menjaga kesehatan secara online melalui aplikasi Halodoc. Semoga artikel ini bermanfaat dan sehat selalu ya.